Latest Post
Tampilkan postingan dengan label EduNews. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EduNews. Tampilkan semua postingan
02.01
Mengatasi Bosan Dalam Mengajar
Written By FAJAR MARTHA on Minggu, 14 April 2013 | 02.01
Kelelahan yang dialami oleh seorang guru dalam menjalani profesinya tentu pasti semua pernah mengalaminya. Guru yang malas-malasan berbeda dengan guru yang lelah dan stres akibat beban pekerjaan yang menumpuk. Jika hal ini terus dibiarkan akan membuat guru kehilangan minat mengajar dan dunia pendidikan.
Cara yang cukup efektif untuk guru agar terhindar dari rasa bosan adalah dengan punya lingkaran pertemanan yang profesional di sekolah. Untuk guru baru atau muda pada saat mulai mengajar, segera cari mentor supaya ada yang memberi pengarahan dan petunjuk. Banyak guru yang segan berkata tidak, jadinya kebanyan pekerjaan jadi stress sendiri. Banyak guru yang sebenarnya terkena rasa bosan namun ia tidak sadar, jadinya siswa yang menjadi korban.
Guru yang terjebak rutinitas rawan terkena rasa bosan, maka ia harus mempunyai lingkungan lain selain disekolah. Guru yang senang pasang target tinggi-tinggi rentan terkena rasa bosan sebab ia merasa tidak berarti ketika gagal. Jauhi ruang guru yang isinya guru-guru yang jika bicara nyinyir, nyelekit, dan gemar mengeluh ini dan itu. Hidup hanya sekali, carilah teman sesama guru yang berpikir dan bersikap positif dalam kesehariannya baik dalam berkata maupun tindakannya.
Media sosial bisa berperan banyak dalam membuat guru terhindar dari rasa bosan dengan melakukan kegiatan blogging, chatting dan searching hal-hal baru. Sosial media membantu guru merasa kehidupan yang sebenarnya ada diluar sana, sehingga ia menjadi tidak mudah stress dengan masalah disekolah. Selain melalui media sosial, ada cara alternatif lainnya seperti berkumpul bersama keluarga, bermain dengan kerabat, mengikuti kegiatan workshop/seminar yang menyenangkan dan sebagainya.
Guru yang bahagia ukurannya salah satunya tentu kesejahteraan dan bertambah profesional ketika ia tersertifikasi. Banyak guru yang senang membawa pekerjaan ke rumah, namun dirumah tidak disentuh, dan besok paginya dibawa lagi kesekolah. Maka saat memilih menjadi guru, seseorang akan bahagia jika seimbang dalam menjalani kehidupan sosial dan profesional.
Label:
EduNews
01.22
Mengajar Dengan Profesional
Mengajar dengan profesional bukan sekedar membuat anak sibuk sepanjang waktu. Diperlukan pendekatan dan strategi untuk membuat para siswa di kelas tetap fokus dan senang dalam mengikuti kegiatan belajar sampai jam pelajaran berakhir. Semua pihak di sekolah maupun yang diluar sekolah memiliki hak untuk menilai dan mencermati bagaimana pengajaran yang baik itu dilakukan. Indikator di bawah ini adalah hasil pengamatan dan hal yang saya rasakan menyangkut pendapat tentang guru yang mengajar secara profesional
1. Saat menerangkan jelas, gaya bicara sesuai dengan tingkatan umur siswa
2. Setelah memberikan tugas tidak lantas duduk di mejanya sendiri lalu asyik dengan laptop atau hape nya
3. Setelah memberikan tugas ia berjalan-jalan untuk memastikan anak-anak mengerti dan memotivasi anak yang sedang kesulitan
4. Rajin bertanya yang membuat siswa berpikir keras
5. Membawa sesuatu di tangannya, bukan cuma sekedar buku pegangan namun alat peraga dan hal yang bisa membuat siswanya paham
6. Komunikasi di kelas berjalan dengan baik. Guru mendengarkan siswa saat siswa bertanya, saat guru menerangkan siswa mendengar dan tidak ada satupun yang berbicara
7. Murid rileks karena tugas dari gurunya membuat ia bisa katakan ada dirinya sendiri; “aku bisa…” murid yang selesai duluan punya pekerjaan untuk dilakukan
Murid senang pada guru yang siap dalam mengajar dan guru yang tenang saat mendapatkan kesulitan atau pertanyaan yang sulit dari muridnya. Semua guru bisa dan mampu mengajar dengan baik asal ia pelihara alur komunikasi, budaya saling menghormati dan menempatkan diri dalam posisi siswa.
Label:
EduNews
22.40
2. Istirahat yang cukup. Hal ini penting agar suasana hati kita terjaga dan tidak mudah emosi
3. Ketika mengajar sempatkan memotivasi siswa.
4. Tebarkan senyum, salam dan sapa pada seisi kelas
5. Menanyakan kabar dengan semangat.
6. Berikan soal yang kreatif dan menantang serta berjenjang
7. Minta pendapat siswa.
8. Evaluasi pembelajaran siswa melalui permainan belajar
Cara Menjadi Guru Baik
Written By FAJAR MARTHA on Sabtu, 13 April 2013 | 22.40
Ketika mengajar menjadi guru yang baik bukan hanya menyangkut sifat guru tersebut tetapi soal kemampuan mengatur irama pembelajaran. Guru yang memiliki sifat baik pun akan cepat marah jika muridnya sering berlaku tidak tertib. Salah satu hal yang membuat siswa tertib adalah kesibukan yang bermakna sekaligus menyenangkan. Membuat siswa bisa sibuk namun tetap bermakna memang tantangan semua guru. Ada guru yang senang memberi soal sulit pada siswanya dengan harapan siswanya sibuk dan waktu mengajar dia tidak dipusingkan oleh masalah perilaku. Padahal sebaliknya hal tadi hanya terjadi pada siswa yang perilakunya memang sudah baik, sementara anak-anak yang lain akan cepat bosan dan justru membuat ulah karena merasa gurunya memberi pekerjaan sulit tanpa jalan keluar. Karena pekerjaannya sulit membuat anak -anak yang memang sudah bermasalah pada perilaku akan timbul lagi keinginannya untuk membuat keributan dan ujung-ujungnya guru akan merasa gagal dalam mengajar siswanya di hari itu. Ada beberapa cara untuk membuat jam pelajaran anda berlalu tanpa terasa baik kita sebagai guru maupun siswa sebagai penikmat cara mengajar dan perencanaan mengajar kita.
1. Rencanakan perencanaan mengajar anda sebelum mengajar2. Istirahat yang cukup. Hal ini penting agar suasana hati kita terjaga dan tidak mudah emosi
3. Ketika mengajar sempatkan memotivasi siswa.
4. Tebarkan senyum, salam dan sapa pada seisi kelas
5. Menanyakan kabar dengan semangat.
6. Berikan soal yang kreatif dan menantang serta berjenjang
7. Minta pendapat siswa.
8. Evaluasi pembelajaran siswa melalui permainan belajar
Label:
EduNews
17.25
Untuk memulai sebuah proses belajar aktif memang bukanlah hal mudah, apalagi jika guru tak memiliki bacaan dan wacana yang luas tentang substansi mata ajar yang diembannya. Sehebat apapun teknik dan metode yang dimiliki seorang guru dalam mengajar, akan sangat tergantung dari seberapa besar sumber bacaan yang telah diserapnya. Selain itu, metode tersebut juga biasanya berkesesuaian dengan strategi yang ingin dibangun seorang guru ketika hendak mengajar.
Belajar Aktif
Written By FAJAR MARTHA on Kamis, 16 Februari 2012 | 17.25
Menguasai dan mengetahui beberapa teknik untuk melibatkan murid secara aktif dalam proses pembelajaran adalah hal mutlak yang harus dimiliki seorang guru ketika merancang rencana pembelajarannya (lesson design). Teknik mini-lektur, misalnya, adalah cara ringkas menyampaikan latar belakang informasi yang penting, temuan-temuan ilmu pengetahuan yang baru, dan contoh-contoh yang membangun motivasi keilmuan. Harus diingat, penyampaian materi harus singkat, tidak memakan waktu lama – sekitar 10-15 menit. Teknik kedua, jedah klarifikasi adalah cara yang memungkinkan seorang guru berkeliling ruang kelas, sementara murid mereview catatannya. Murid yang belum memahami hal tertentu, dengan demikian, memiliki kesempatan untuk bertanya kepada guru secara tidak formal. Murid pemalu yang tidak pernah bertanya secara formal akan memanfaatkan jedah klarifikasi ini untuk bertanya ketika guru menghampirinya.
Diskusi berpasangan, merupakan kegiatan sederhana yang memberi kesempatan kepada murid untuk berpikir tentang suatu topik pelajaran, kemudian berdiskusi dengan teman sebangkunya atau pasangan yang ditetapkan guru tentang topik itu. Hasil diskusi kemudian disampaikan kepada seluruh kelas.
Selain itu teknik laporan satu menit (pre-test and post-test), memberikan kesempatan kepada murid untuk mensintesiskan pengetahuannya dan menanyakan permasalahan yang belum dipahaminya. Menjelang penghujung pelajaran, mintalah murid-murid untuk membuat jawaban tertulis singkat – di atas selembar kertas – untuk pertanyaan: Apa hal terpenting yang dipelajarinya dalam sesi pelajaran itu? Pertanyaan penting apa yang masih belum terjawab? Kedua pertanyaan kunci ini bisa diajukan dalam berbagai variasi. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut akan memperkuat proses pembelajaran murid dan memberikan umpan balik kepada guru tentang pemahaman murid terhadap apa yang telah dipelajari.
Guru juga dapat memberikan kegiatan menulis bebas dalam berbagai topik pelajaran yang memberikan peluang kepada murid untuk berpikir dan memproses informasi. Contohnya, disamping laporan satu menit, guru dapat membuat pertanyaan dan meminta murid bebas menjawabnya secara tertulis. Peluang bisa juga diberikan kepada murid untuk menulis secara bebas mengenai topik pelajaran tertentu. Setelah itu gunakan juga teknik curah gagasan, sebuah teknik sederhana yang dapat melibatkan seisi kelas dalam suatu diskusi. Kemukakanlah suatu topik atau masalah, kemudian mintalah masukan murid untuknya, dan tulislah masukan itu di papan tulis.
Permainan (games) yang terkait dengan pelajaran dapat diperkenalkan di dalam (indoor) atau di luar (outdoor) kelas untuk membantu pembelajaran aktif dan meningkatkan partisipasi murid. Aktivitas kelompok kecil dalam debat akan memberikan setiap Murid kesempatan untuk berbicara, menyampaikan pandangan pribadinya, dan mengembangkan kemampuannya untuk bekerja sama dengan murid lain. Bekerja secara berkelompok mengharuskan seluruh murid bekerja sama menyelesaikan suatu tugas dalam suatu teknik kelompok kerja kooperatif. Teknik ini dapat dilanjutkan dengan konsep bermain peran.
Siklus belajar, digunakan terutama dalam mengajarkan ilmu pengetahuan alam. Siklus belajar ini dibagi ke dalam tiga fase: eksplorasi, pengenalan istilah-istilah konsep, dan aplikasi. Pada fase eksplorasi, murid mengeksplorasi fenomena, membuat prediksi jika memungkinkan dan mengevaluasi hasilnya. Dalam fase kedua, fasilitator mengungkapkan istilah-itilah yang digunakan untuk menamakan pola, regularitas dan karakteristik lain dari konsep yang tengah dipelajari. Dalam fase aplikasi, murid mempraktekkan penerapan konsep-konsep tersebut dalam situasi yang berbeda. Teknik ini dapat diteruskan dengan bermain peran
Simulasi, merupakan kegiatan yang distrukturkan hingga mirip pengalaman nyata. Dalam simulasi, murid-murid diminta membayangkan diri mereka berada dalam suatu situasi, atau memerankan permainan/aktivitas terstruktur yang membuat mereka bisa mengalami suatu perasaan yang mungkin saja timbul dalam suatu situasi tertentu. Teknik terakhir yang patut dicoba para guru adalah studi kasus. Gunakan kisah nyata yang melukiskan apa yang terjadi pada suatu masyarakat, keluarga, sekolah, atau individu, untuk mendorong murid mengintegrasikan pengetahuan yang didapatnya di ruang kelas dengan pengetahuannya tentang situasi, aksi, dan konsekuensi di dunia nyata.
Label:
EduNews
17.24
Metode berbeda dengan pendekatan. Pendekatan lebih menekankan pada strategi dalam perencanaan, sementara lebih menekankan pada metode teknis implementasi. Satu pendekatan adalah dimaksudkan sebagai pembelajaran yang mungkin dalam proses implementasi digunakan beberapa metode. Sebagai contoh dalam penelitian pencemaran lingkungan. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran dapat dipilih dari beberapa pendekatan yang tepat, di antara pendekatan lingkungan lainnya. Ketika proses belajar dilakukan oleh pencemaran lingkungan, pendekatan lingkungan dapat digunakan beberapa metode, seperti metode observasi, metode didkusi dan metode ceramah. Agar lebih jelas mengikuti perencanaan yang dilakukan oleh guru ketika itu akan memberikan pencemaran lingkungan belajar. Pada awalnya ia memilih pendekatan lingkungan, berarti ia akan menggunakan lingkungan sebagai fokus pembelajaran. Pada akhir pembelajaran melalui konsep pencemaran lingkungan, siswa akan memahami tentang lingkungan sekitar sudah tercemar atau tidak. Untuk mewujudkan ini ia menggunakan metode diskusi dan ceramah. Dalam belajar ia menjadi isu yang akan dibahas oleh mahasiswa dan kemudian ia akan mengakhiri pembelajaran ini dengan memberikan informasi yang berkaitan dengan hasil diskusi. Di bawah dapat disimpulkan bahwa metode dan pendekatan yang dirancang untuk mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran.
Metode dan Pendekatan Pendidikan
B. Beberapa Pendekatan Pada MBC
Pendekatan yang digunakan dalam pengajaran kimia subjek pencemaran lingkungan, antara lain:
Pendekatan yang digunakan dalam pengajaran kimia subjek pencemaran lingkungan, antara lain:
1. Pendekatan untuk tujuan-tujuan pembelajaran
Pendekatan ini berorientasi pada tujuan akhir akan tercapai. Sebenarnya, pendekatan ini juga termasuk rencana induk ketika pendekatan lain, karena pendekatan yang dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran. Semua pendekatan yang dirancang untuk keberhasilan tujuan.
Misalnya: Jika tujuan belajar menyatakan bahwa siswa dapat jenis polusi, maka guru harus merancang pembelajaran, yang pada akhir pembelajaran siswa dapat menyebutkan jenis polusi. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut bisa menjadi metode penugasan.
Pendekatan ini berorientasi pada tujuan akhir akan tercapai. Sebenarnya, pendekatan ini juga termasuk rencana induk ketika pendekatan lain, karena pendekatan yang dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran. Semua pendekatan yang dirancang untuk keberhasilan tujuan.
Misalnya: Jika tujuan belajar menyatakan bahwa siswa dapat jenis polusi, maka guru harus merancang pembelajaran, yang pada akhir pembelajaran siswa dapat menyebutkan jenis polusi. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut bisa menjadi metode penugasan.
2. Pendekatan
Belajar dengan menggunakan pendekatan konsep bahwa siswa memahami diskusi dipandu oleh pemahaman konsep yang terkandung di dalamnya. Dalam proses pembelajaran dan penguasaan konsep-konsep yang merupakan subconcept fokus. Dengan beberapa metode siswa dibimbing untuk memahami konsep ini.
3. Pendekatan Lingkungan
Penggunaan pendekatan lingkungan yang menghubungkan lingkungan dalam proses pembelajaran. Digunakan sebagai sumber belajar lingkungan. Untuk memahami materi yang terkait erat dengan kehidupan sehari-hari – hari sering digunakan pendekatan terhadap lingkungan.
Belajar dengan menggunakan pendekatan konsep bahwa siswa memahami diskusi dipandu oleh pemahaman konsep yang terkandung di dalamnya. Dalam proses pembelajaran dan penguasaan konsep-konsep yang merupakan subconcept fokus. Dengan beberapa metode siswa dibimbing untuk memahami konsep ini.
3. Pendekatan Lingkungan
Penggunaan pendekatan lingkungan yang menghubungkan lingkungan dalam proses pembelajaran. Digunakan sebagai sumber belajar lingkungan. Untuk memahami materi yang terkait erat dengan kehidupan sehari-hari – hari sering digunakan pendekatan terhadap lingkungan.
4. Pendekatan Inquiry
Penggunaan pendekatan inkuiri berarti membelajarkan siswa untuk mengendalikan situasi ketika berhadapan dengan dunia fisik adalah dengan menggunakan teknik yang digunakan oleh para peneliti ahli (Dettrick, GW, 2001). Pertanyaan pendekatan dibagi menjadi terpempin penyelidikan dan penelitian yang bebas atau pertanyaan terbuka. Perbedaan antara mereka terletak pada pertanyaan yang meminta dan apa tujuan dari kegiatan-kegiatannya.
Penggunaan pendekatan inkuiri berarti membelajarkan siswa untuk mengendalikan situasi ketika berhadapan dengan dunia fisik adalah dengan menggunakan teknik yang digunakan oleh para peneliti ahli (Dettrick, GW, 2001). Pertanyaan pendekatan dibagi menjadi terpempin penyelidikan dan penelitian yang bebas atau pertanyaan terbuka. Perbedaan antara mereka terletak pada pertanyaan yang meminta dan apa tujuan dari kegiatan-kegiatannya.
5. Pendekatan Discovery
Penggunaan pendekatan penemuan dalam pengajaran dan pembelajaran berarti bahwa siswa diberi kesempatan untuk menemukan sendiri fakta dan konsep tentang fenomena ilmiah. Penemuan tidak terbatas untuk menemukan sesuatu yang benar – benar-benar baru. Secara umum materi yang akan dikaji ditentukan oleh guru, serta situasi yang mendukung proses pemahaman. Siswa akan melakukan kegiatan yang secara langsung berhubungan dengan hal-hal yang akan ditemukan.
Penggunaan pendekatan penemuan dalam pengajaran dan pembelajaran berarti bahwa siswa diberi kesempatan untuk menemukan sendiri fakta dan konsep tentang fenomena ilmiah. Penemuan tidak terbatas untuk menemukan sesuatu yang benar – benar-benar baru. Secara umum materi yang akan dikaji ditentukan oleh guru, serta situasi yang mendukung proses pemahaman. Siswa akan melakukan kegiatan yang secara langsung berhubungan dengan hal-hal yang akan ditemukan.
6. Pendekatan proses
Dalam pendekatan proses, tujuan utama belajar adalah untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam keterampilan proses seperti mengamati, berhipotesa, merencanakan, menafsirkan, dan berkomunikasi. Pendekatan keterampilan proses yang digunakan dan dikembangkan sejak kurikulum tahun 1984. Gunakan pendekatan proses memerlukan keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan belajar.
Dalam pendekatan proses, tujuan utama belajar adalah untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam keterampilan proses seperti mengamati, berhipotesa, merencanakan, menafsirkan, dan berkomunikasi. Pendekatan keterampilan proses yang digunakan dan dikembangkan sejak kurikulum tahun 1984. Gunakan pendekatan proses memerlukan keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan belajar.
7. Pendekatan interaktif (pendekatan pertanyaan anak)
Pendekatan ini memberi siswa kesempatan untuk mengajukan pertanyaan untuk kemudian melakukan penyelidikan terkait dengan pertanyaan yang mereka ajukan (Faire & Cosgrove, 1988 di Herlen W, 1996). Pertanyaan sangat bervariasi siswa sehingga guru perlu melakukan langkah-langkah untuk mengumpulkan, memilih, dan mengubah pertanyaan menjadi sebuah kegiatan khusus.
Pendekatan ini memberi siswa kesempatan untuk mengajukan pertanyaan untuk kemudian melakukan penyelidikan terkait dengan pertanyaan yang mereka ajukan (Faire & Cosgrove, 1988 di Herlen W, 1996). Pertanyaan sangat bervariasi siswa sehingga guru perlu melakukan langkah-langkah untuk mengumpulkan, memilih, dan mengubah pertanyaan menjadi sebuah kegiatan khusus.
8. Pendekatan pemecahan masalah
Masalah-pendekatan pemecahan masalah berangkat dari harus dipecahkan melalui praktikum atau pengamatan. Dalam pendekatan ini ada dua versi. Para siswa Versi pertama dapat menerima saran mengenai prosedur yang digunakan, cara mengumpulkan data, mengatur data, dan menciptakan serangkaian pertanyaan yang mengarah pada pemecahan masalah. Versi kedua, hanya masalah yang diajukan, siswa yang solusi desain mereka sendiri. Guru berperan hanya dalam menyediakan bahan dan membantu membimbing mereka.
Masalah-pendekatan pemecahan masalah berangkat dari harus dipecahkan melalui praktikum atau pengamatan. Dalam pendekatan ini ada dua versi. Para siswa Versi pertama dapat menerima saran mengenai prosedur yang digunakan, cara mengumpulkan data, mengatur data, dan menciptakan serangkaian pertanyaan yang mengarah pada pemecahan masalah. Versi kedua, hanya masalah yang diajukan, siswa yang solusi desain mereka sendiri. Guru berperan hanya dalam menyediakan bahan dan membantu membimbing mereka.
9. Pendekatan untuk ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat (STM)
Hasil dari National Science Teachers Association (NSTA) (dalam Poedjiadi, 2000) menunjukkan bahwa pembelajaran sains dengan menggunakan pendekatan STM memiliki beberapa perbedaan bila dibandingkan dengan cara biasa. Perbedaan ada di aspek: koneksi dan aplikasi bahan, kreativitas, sikap, proses, dan konsep pengetahuan. Melalui pendekatan STM ini guru dianggap sebagai fasilitator dan mahasiswa informasi yang diterima akan lagi ingat. Sebenarnya dalam studi STM dengan menggunakan pendekatan ini juga termasuk pemecahan masalah, tetapi masalah lebih ditekankan pada masalah-masalah yang ditemukan dalam sehari – hari, yang dalam larutan menggunakan langkah – langkah ilmiah
Hasil dari National Science Teachers Association (NSTA) (dalam Poedjiadi, 2000) menunjukkan bahwa pembelajaran sains dengan menggunakan pendekatan STM memiliki beberapa perbedaan bila dibandingkan dengan cara biasa. Perbedaan ada di aspek: koneksi dan aplikasi bahan, kreativitas, sikap, proses, dan konsep pengetahuan. Melalui pendekatan STM ini guru dianggap sebagai fasilitator dan mahasiswa informasi yang diterima akan lagi ingat. Sebenarnya dalam studi STM dengan menggunakan pendekatan ini juga termasuk pemecahan masalah, tetapi masalah lebih ditekankan pada masalah-masalah yang ditemukan dalam sehari – hari, yang dalam larutan menggunakan langkah – langkah ilmiah
10. Pendekatan Terpadu
Pendekatan ini merupakan pendekatan yang pada dasarnya menggabungkan dua unsur atau lebih dari kegiatan pembelajaran. Pemaduan dilakukan dengan menekankan prinsip hubungan antara satu elemen dengan elemen lain, sehingga diharapkan peningkatan pemahaman yang lebih bermakna dan wawasan sebagai peningkatan pembelajaran melibatkan lebih dari satu sudut pandang.
Pendekatan terpadu dapat diimplementasikan dalam berbagai model pembelajaran. Di Indonesia, khususnya di tingkat pendidikan dasar ada tiga model yang sedang mengembangkan pemdekatan terpadu yaitu model keterhubungan, laba bersih model – laba, model terintegrasi.
Perbandingan model pembelajaran terpadu
model konektivitas Model jaring laba – laba model integrasi
Pendekatan ini merupakan pendekatan yang pada dasarnya menggabungkan dua unsur atau lebih dari kegiatan pembelajaran. Pemaduan dilakukan dengan menekankan prinsip hubungan antara satu elemen dengan elemen lain, sehingga diharapkan peningkatan pemahaman yang lebih bermakna dan wawasan sebagai peningkatan pembelajaran melibatkan lebih dari satu sudut pandang.
Pendekatan terpadu dapat diimplementasikan dalam berbagai model pembelajaran. Di Indonesia, khususnya di tingkat pendidikan dasar ada tiga model yang sedang mengembangkan pemdekatan terpadu yaitu model keterhubungan, laba bersih model – laba, model terintegrasi.
Perbandingan model pembelajaran terpadu
model konektivitas Model jaring laba – laba model integrasi
C. Beberapa Metode Pada KBM
Beberapa metode yang sering digunakan dalam pengajaran biologi adalah:
Beberapa metode yang sering digunakan dalam pengajaran biologi adalah:
1. Metode Kuliah
Kuliah metode adalah metode penyampaian materi pelajaran lisan. Metode ini dipilih karena para guru mudah diimplementasikan dan tidak memerlukan alat khusus dan tidak perlu untuk merancang kegiatan siswa. Dalam metode ceramah mengajar bahwa ada unsur pemaksaan. Dalam hal ini mahasiswa itu hanya diperlukan untuk melihat dan mendengar dan mencatat informasi penting tanpa komentar dari guru yang selalu dianggap benar. Walaupun ada siswa dalam mekanisme self-psikologis yang memungkinkan mereka untuk menolak serta menerima informasi dari guru. Hal ini disebut kapasitas untuk mengelola dan mengarahkan diri mereka sendiri.
Kuliah metode adalah metode penyampaian materi pelajaran lisan. Metode ini dipilih karena para guru mudah diimplementasikan dan tidak memerlukan alat khusus dan tidak perlu untuk merancang kegiatan siswa. Dalam metode ceramah mengajar bahwa ada unsur pemaksaan. Dalam hal ini mahasiswa itu hanya diperlukan untuk melihat dan mendengar dan mencatat informasi penting tanpa komentar dari guru yang selalu dianggap benar. Walaupun ada siswa dalam mekanisme self-psikologis yang memungkinkan mereka untuk menolak serta menerima informasi dari guru. Hal ini disebut kapasitas untuk mengelola dan mengarahkan diri mereka sendiri.
2. Metode tanya jawab
Metode tanya jawab dapat menarik perhatian siswa dan fokus. Dengan mengajukan pertanyaan yang fokus, siswa akan tertarik dalam mengembangkan kekuatan pikiran. Keruntutan keterampilan berpikir siswa dan membawa pokok – pokok pikiran yang dapat dideteksi ketika menjawab pertanyaan. Metode ini dapat menjadi kekuatan pendorong bagi siswa untuk melakukan pencarian lebih lanjut dari berbagai sumber belajar. Metode ini akan lebih efektif dalam mencapai tujuan jika sebelum proses belajar siswa ditugaskan untuk membaca materi yang akan dibahas.
Metode tanya jawab dapat menarik perhatian siswa dan fokus. Dengan mengajukan pertanyaan yang fokus, siswa akan tertarik dalam mengembangkan kekuatan pikiran. Keruntutan keterampilan berpikir siswa dan membawa pokok – pokok pikiran yang dapat dideteksi ketika menjawab pertanyaan. Metode ini dapat menjadi kekuatan pendorong bagi siswa untuk melakukan pencarian lebih lanjut dari berbagai sumber belajar. Metode ini akan lebih efektif dalam mencapai tujuan jika sebelum proses belajar siswa ditugaskan untuk membaca materi yang akan dibahas.
3. Metode diskusi
Metode Diskusi adalah cara belajar dengan mengusung masalah. Dalam diskusi terjadi pertukaran ide atau pendapat untuk mendapatkan kesamaan pendapat. Dengan metode diskusi tentang keberanian dan kreativitas siswa dalam gagasan menjadi terangsang, para siswa terbiasa untuk pikiran bertukar dengan teman-teman, untuk menghargai dan menerima pendapat orang lain, dan yang lebih penting melalui diskusi mereka akan belajar untuk bertanggung jawab terhadap hasil pikir bersama-sama.
Metode Diskusi adalah cara belajar dengan mengusung masalah. Dalam diskusi terjadi pertukaran ide atau pendapat untuk mendapatkan kesamaan pendapat. Dengan metode diskusi tentang keberanian dan kreativitas siswa dalam gagasan menjadi terangsang, para siswa terbiasa untuk pikiran bertukar dengan teman-teman, untuk menghargai dan menerima pendapat orang lain, dan yang lebih penting melalui diskusi mereka akan belajar untuk bertanggung jawab terhadap hasil pikir bersama-sama.
4. Metode pembelajaran kooperatif
Dalam metode ini interaksi antara anggota kelompok di mana masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. Semua anggota harus terlibat karena keberhasilan kelompok ditunjang oleh aktivitas anggotanya, sehingga anggota kelompok saling membantu. Model pembelajaran kooperatif yang sering dibahas model pembelajaran kooperatif jigsaw bahwa setiap anggota kelompok mempelajari materi yang berbeda untuk disampaikan atau diajarkan pada setiap anggota kelompok.
Dalam metode ini interaksi antara anggota kelompok di mana masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. Semua anggota harus terlibat karena keberhasilan kelompok ditunjang oleh aktivitas anggotanya, sehingga anggota kelompok saling membantu. Model pembelajaran kooperatif yang sering dibahas model pembelajaran kooperatif jigsaw bahwa setiap anggota kelompok mempelajari materi yang berbeda untuk disampaikan atau diajarkan pada setiap anggota kelompok.
5. Metode demonstrasi
Metode Demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran untuk menunjukkan proses kejadian. Peragaan metode biasanya diterapkan dengan menggunakan alat – alat bantu mengajar seperti obyek – obyek miniatur, gambar, perangkat peralatan – dan peralatan laboratorium lain – lain. Namun, demonstrasi alat yang paling mendasar adalah papan tulis dan papan putih, mengingat proses multi-fungsi. Dengan menggunakan papan tulis guru dan siswa dapat menggambarkan objek, membuat skema, membuat matematika, dan lain – lain demonstrasi konsep dan fakta bahwa mungkin.
Metode Demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran untuk menunjukkan proses kejadian. Peragaan metode biasanya diterapkan dengan menggunakan alat – alat bantu mengajar seperti obyek – obyek miniatur, gambar, perangkat peralatan – dan peralatan laboratorium lain – lain. Namun, demonstrasi alat yang paling mendasar adalah papan tulis dan papan putih, mengingat proses multi-fungsi. Dengan menggunakan papan tulis guru dan siswa dapat menggambarkan objek, membuat skema, membuat matematika, dan lain – lain demonstrasi konsep dan fakta bahwa mungkin.
6. Metode ekspositori atau pameran
metode ekspositori adalah presentasi visual dari objek dengan menggunakan dua dimensi atau tiga dimensi, dengan maksud ide atau sebagai alat untuk membantu menyampaikan informasi yang diperlukan.
metode ekspositori adalah presentasi visual dari objek dengan menggunakan dua dimensi atau tiga dimensi, dengan maksud ide atau sebagai alat untuk membantu menyampaikan informasi yang diperlukan.
7. Metode perjalanan / widyamisata
Metode perjalanan / widyawisata adalah cara penyajian dengan membawa siswa untuk belajar di luar pelajaran kelas. Perjalanan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar, siswa dapat merangsang kreativitas, informasi dapat lebih luas dan saat ini, siswa dapat mengeksplorasi dan mengolah informasi sendiri. Tapi perjalanan memakan waktu lebih lama dan biaya, memerlukan perencanaan dan persiapan yang tidak sebentar.
Metode perjalanan / widyawisata adalah cara penyajian dengan membawa siswa untuk belajar di luar pelajaran kelas. Perjalanan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar, siswa dapat merangsang kreativitas, informasi dapat lebih luas dan saat ini, siswa dapat mengeksplorasi dan mengolah informasi sendiri. Tapi perjalanan memakan waktu lebih lama dan biaya, memerlukan perencanaan dan persiapan yang tidak sebentar.
8. Tugas metode
Metode ini berarti bahwa guru memberi tugas khusus untuk memungkinkan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Metode ini dapat mengembangkan kemandirian siswa, merangsang belajar lebih banyak, mengembangkan disiplin dan tanggung jawab siswa, dan memupuk dan menumbuhkan kebiasaan mencari informasi sendiri. Tetapi cara ini sulit untuk mengawasi dlam tentang kemungkinan siswa tidak bekerja secara independen.
Metode ini berarti bahwa guru memberi tugas khusus untuk memungkinkan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Metode ini dapat mengembangkan kemandirian siswa, merangsang belajar lebih banyak, mengembangkan disiplin dan tanggung jawab siswa, dan memupuk dan menumbuhkan kebiasaan mencari informasi sendiri. Tetapi cara ini sulit untuk mengawasi dlam tentang kemungkinan siswa tidak bekerja secara independen.
9. Metode Eksperimental
metode percobaan adalah cara penyajian pelajaran dengan menggunakan percobaan. Dengan melakukan eksperimen, siswa menjadi lebih percaya diri dari suatu hal daripada hanya menerima dari guru dan buku, dapat memperkaya pengalaman, mengembangkan sikap ilmiah, dan hasil pembelajaran akan bertahan lebih lama dalam memori siswa. Metode ini paling tepat bila digunakan untuk mewujudkan pendekatan pembelajaran dengan penyelidikan atau pendekatan penemuan.
metode percobaan adalah cara penyajian pelajaran dengan menggunakan percobaan. Dengan melakukan eksperimen, siswa menjadi lebih percaya diri dari suatu hal daripada hanya menerima dari guru dan buku, dapat memperkaya pengalaman, mengembangkan sikap ilmiah, dan hasil pembelajaran akan bertahan lebih lama dalam memori siswa. Metode ini paling tepat bila digunakan untuk mewujudkan pendekatan pembelajaran dengan penyelidikan atau pendekatan penemuan.
10. Metode bermain peran
Metode Belajar adalah belajar untuk berperan dalam suatu cara yang seolah-olah – seolah-olah dalam suatu situasi untuk memperoleh pemahaman tentang konsep-konsep. Dalam metode ini, siswa terlibat secara aktif berkesempatanm sehingga akan lebih mengerti konsep dan ingat lagi, tetapi memakan waktu lama.
Metode Belajar adalah belajar untuk berperan dalam suatu cara yang seolah-olah – seolah-olah dalam suatu situasi untuk memperoleh pemahaman tentang konsep-konsep. Dalam metode ini, siswa terlibat secara aktif berkesempatanm sehingga akan lebih mengerti konsep dan ingat lagi, tetapi memakan waktu lama.
metode pendekatan yang dipilih dan guru memberikan pelajaran yang sangat menentukan bagi keberhasilan proses pembelajaran. Tidak pernah ada pendekatan tunggal dan metode yang cocok untuk semua materi pelajaran, dan pada umumnya untuk mewujudkan satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mencapai metode multi-tujuan.
Metode ini berbeda dari pendekatan; metode lebih menekankan pada pelaksanaan kegiatan, sedangkan pendekatan ditekankan dalam perencanaan. Ada lima poin yang perlu menjadi guru dalam memilih metode pengajaran yaitu:
• Kemampuan guru dalam menggunakan metode ini.
• Tujuan pengajaran yang akan dicapai.
• bahan yang mengajar siswa perlu dipelajari.
• Individu perbedaan dalam memanfaatkan indra.
• Fasilitas yang ada di sekolah.
Beberapa pendekatan yang digunakan dalam biologi adalah sebuah pendekatan terhadap konsep-konsep pembelajaran, pendekatan keterampilan proses, pendekatan lingkungan, penyelidikan pendekatan, pendekatan penemuan, suatu pendekatan interaktif, pendekatan pemecahan masalah, pendekatan Sains Teknologi Masyarakat, dan pendekatan terpadu. Untuk mewujudkan pendekatan untuk mencapai tujuan dapat digunakan beberapa metode termasuk metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode demonstrasi, metode ekspositoris, metode, kunjungan lapangan, metode penugasan, metode eksperimen, metode pembelajaran kooperatif, dan metode bermain peran.
Metode ini berbeda dari pendekatan; metode lebih menekankan pada pelaksanaan kegiatan, sedangkan pendekatan ditekankan dalam perencanaan. Ada lima poin yang perlu menjadi guru dalam memilih metode pengajaran yaitu:
• Kemampuan guru dalam menggunakan metode ini.
• Tujuan pengajaran yang akan dicapai.
• bahan yang mengajar siswa perlu dipelajari.
• Individu perbedaan dalam memanfaatkan indra.
• Fasilitas yang ada di sekolah.
Beberapa pendekatan yang digunakan dalam biologi adalah sebuah pendekatan terhadap konsep-konsep pembelajaran, pendekatan keterampilan proses, pendekatan lingkungan, penyelidikan pendekatan, pendekatan penemuan, suatu pendekatan interaktif, pendekatan pemecahan masalah, pendekatan Sains Teknologi Masyarakat, dan pendekatan terpadu. Untuk mewujudkan pendekatan untuk mencapai tujuan dapat digunakan beberapa metode termasuk metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode demonstrasi, metode ekspositoris, metode, kunjungan lapangan, metode penugasan, metode eksperimen, metode pembelajaran kooperatif, dan metode bermain peran.
DAFTAR PUSTAKA
Dirdjosoemarto et al. 2004. Biologi Strategi Belajar Mengajar. Bandung: FPMIPA UPI dan JICA IMSTEP.
Roestiyah. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Muhibbin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Roestiyah. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Muhibbin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Label:
EduNews
17.23
Pembahasan tentang pengawasan pendidikan harus diawali dengan dua pengamatan dasar, pertama bahwa orang dengan pendidikan tinggi yang berbeda dari orang-orang yang kurang terdidik. Pengamatan kedua adalah perubahan individu yang terjadi setelah mereka mendapatkan yang lebih tinggi.
Manfaat Pendidikan
Dimensi Manfaat Pendidikan
Orang-orang akan mendapatkan beberapa keuntungan atau manfaat pendidikan yang pertama dan paling jelas adalah siswa. Setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda sehingga masing-masing karakteristik ini harus dipahami agar mereka dapat mencapai manfaat dalam pendidikan. Selain pengaruh orang lain dalam masyarakat dapat mempengaruhi pendidikan siswa, baik secara langsung maupun tidak langsung (keluarga dan teman-teman atau guru). Manfaat yang bisa diperoleh sangat mudah untuk menjelaskan siswa, siswa yang belajar membaca lebih baik di sekolah daripada mereka yang tidak bisa membaca. Dalam ilmu ekonomi ini disebut “manfaat pribadi”. Para ekonom membedakan manfaat pribadi dengan manfaat sosial. Manfaat sosial adalah sesuatu yang dapat mengembangkan orang selain pendidikan. Masyarakat dikatakan lebih baik karena pendidikan mereka. karakteristik dan sifat-sifat umum tertentu dapat dianggap sebagai hasil dari sekolah, termasuk pemahaman tentang nilai demokrasi sebagai upaya untuk memerangi semua dalam pemerintahan dan kemampuan untuk berpikir kritis dan tepat. Keahlian mungkin efek tidak langsung dari bidang studi kewarganegaraan, ilmu sosial, sejarah, filsafat, bahasa, dan lain-lain mengajar.
Perubahan yang dipengaruhi oleh pengalaman pendidikan. Metodologis hal ini berarti bahwa pengukuran pretest dan protes pada individu diperlukan untuk mengidentifikasi perubahan yang disebabkan oleh pendidikan. Hal ini dikenal sebagai “pendekatan penambahan nilai” Ada lima cara yang berbeda untuk membuat kalkulasi dan menerapkan metode-metode tertentu dalam pendidikan tinggi.. Yang pertama adalah untuk mengevaluasi perubahan individu, semuanya dibelanjakan dalam pendidikan (biaya tinggi) adalah ukuran kelebihannya. Keduanya menyelidiki reaksi klien untuk pendidikan universitas. Ketiga adalah mempertimbangkan peningkatan dalam nilai kapita manusia adalah hasil dari pendidikan tinggi. Keempat untuk melihat seberapa banyak pendidikan tinggi bertanggung jawab atau terlibat. Kelima dalam memperkirakan nilai pendidikan universitas dengan melihat tingkat pengembalian investasi pada pendidikan universitas. manfaat pendidikan diperoleh selama pengalaman dari pendidikan itu sendiri, manfaat pendidikan dapat ditanyakan siswa setelah mereka melaksanakan pendidikan. Persamaan seperti manfaat sosial dari mengikuti permainan sepak bola sekolah tinggi terjadi selama pengalaman pendidikan.
Memahami fungsi Pendidikan Manfaat
Ini penting untuk mengetahui apa manfaat yang memanjang dari pendidikan dalam mengalokasikan sumber daya yang tidak hanya antara berbagai jenis dan tingkat sekolah tetapi juga antara pendidikan dan program sosial. Pendidikan manfaat juga harus dihargai untuk memutuskan bagaimana untuk membiayai pendidikan pada tingkat yang berbeda. Jika manfaat yang meluas ke komunitas sekolah, ada alasan untuk mempromosikan dana sendiri untuk proses pendidikan, bahkan bias dari pinjaman. Pendidikan manfaat juga harus diidentifikasi untuk menafsirkan motivasi pendidik. Dalam pengetahuan dasar yang dibutuhkan sebagai manfaat pendidikan sehingga proses pendidikan dapat dievaluasi melalui analisis manfaat biaya yang berkaitan dengan alokasi dana dan menentukan manajemen.
Manfaat Penelitian dan Pendidikan
Pendidikan dasar
Pendidikan dasar
Salah satu ide dasar untuk pendidikan remaja selalu merupakan fungsi dari pemeliharaan sekolah, memindahkan anak-anak dari jalanan, mengurangi kejahatan, membebaskan orang tua untuk bekerja atau bersenang-senang, dan mengajari anak-anak tentang norma-norma masyarakat.
Demikian pula, sekolah telah dipercaya untuk melakukan salah satu fungsi dari sosialisasi, mengajar anak-anak cara mendapatkan sepanjang jalan, sharing, bergantian (pasien), berpakaian, dan beradaptasi.
Pendidikan tinggi
Ekonom fokus pada manfaat yang terkait dengan pekerjaan dan karir yang diterima dari perguruan tinggi mereka dengan lulus dari perguruan tinggi dan bukan karena mereka hanya berpikir tentang uang, tetapi mereka ingin perubahan melihatapakah disebabkan oleh lembaga-lembaga perguruan tinggi yang meningkatkan produktivitas (yaitu, menghasilkan modal manusia) dan dengan demikian meningkatkan pendapatan .
(Schultz, 1961) hipotesis bahwa kuantitas dan kualitas pendidikan yang diterima oleh individu untuk berkontribusi pada modal manusia, yang menghasilkan kapasitasproduksi lebih besar. modal manusia Seorang individu yang selalu tergantung pada faktor-faktor selain pendidikan (seperti kesehatan, motivasi, kemampuan bawaan, dan status sosial ekonomi).
Manfaat-manfaat pajak terkait kuliah dan prestise sosial pada dasarnya terkait dengan penawaran dan permintaan untuk pekerja berpendidikan perguruan tinggi. Setiap kali ada pasokan yang lebih besar dan menawarkan harga naik lebih sedikit.
(Rumberger, 1986) menunjukkan bahwa pendidikan tambahan tidak selalu otomatis dihargai dengan pendapatan yang lebih tinggi. Menurut Rumberger, sekolah pendidikan khusus untuk pekerjaan tertentu. Yaitu, ketika para pekerja mendapatkan pelatihan berdasarkan penilaian mereka sendiri atau penilaian independen tentang apa yang dibutuhkan untuk pekerjaan, pelatihan dihargai dengan gaji yang lebih tinggi, sedangkan pelatihan lain tidak spesifik untuk satu pekerjaan tertentu mungkin tidak begiti dihargai.
“Negara-negara Nordik, proporsi penduduk yang memenuhi syarat yang memiliki lembaga-lembaga perguruan tinggi biasanya jauh lebih rendah dari US Oleh karena itu, negara-lulusan perguruan tinggi di negara-negara lain mungkin memiliki lebih sedikit kemungkinan untuk menemukan dirinya tidak dihargai kerj pasar.. Di Amerika Serikat sulit untuk berdebat bahwa setiap tingkat kejenuhan dapat menyebabkan tingkat pendidikan S1 kelebihan dalam hal pendidikan umum, untuk hasil kejuruan adalah bagian kecil dari total manfaat tingkat pendidikan. Terkait dengan pasar kerja, apa dibutuhakan untuk bias individu adalah limbah untuk ekonomi secara keseluruhan (misalnya, gelar S1 mungkin diperlukan untuk mengajar sejarah kelas empat, tapi mungkin tidak lagi membutuhkan guru sejarah).
Di negara-negara universitas lain memiliki gelar S1 lebih mungkin untuk bertindak sebagai dokumen resmi profesional terakhir. Misalnya, di Brasil, bahkan hukum dan kedokteran dipraktekkan oleh lulusan perguruan tinggi tanpa pendidikan pasca sarjana. Mismatch antara permintaan dan penawaran akan menjadi lulusan untuk berbagai profesi dan disiplin untuk menjadi lebih dari sekadar alasan untuk pertanyaan pertumbuhan pendidikan S1.
(Bowen, 1977) dalam ringkasan “Apakah pendidikan tinggi sepadan dengan biaya?”, Bowen mulai dengan menunjukkan bahwa “tujuan utama pendidikan tinggi adalah mengubah orang dengan cara yang diinginkan Tapi dalam contoh pertama, tujuannya adalah properti memodofikasi. dan pola perilaku manusia secara individual. Universitas-universitas juga bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya peradaban. Mereka menyediakan pelayanan publik langsung seperti pelayanan kesehatan, perpustakaan, museum, drama dan pertunjukan musik, layanan konsultasi.
Universitas-dampak terkait pada masyarakat dapat dianggap negatif (misalnya, jika mereka menghasilkan penelitian yang berakhir dengan pengembangan senjata destruktif).
Kesimpulan
Setiap individu tidak bisa berharap lebih untuk mendapatkan semua manfaat yang telah maju. Kebanyakan manfaat menjadi jauh lebih lemah ketika satu tingkat pendidikan menjadi kurang eksklusif juga harus memiliki dampak negatif dari pendidikan sekolah. Rugi laba dan analisis harus dilakukan oleh individu dalam memutuskan apakah manfaat potensial mereka dapat menerima dari menghadiri suatu lembaga pendidikan tertentu sesuai dengan biayanya. Demikian pula, masyarakat harus bertanya apakah imbalan yang akan diterima dari alokasi dana publik untuk pendidikan sepadan dengan manfaat yang dihasilkan dari penggunaan alternatif untuk dana ini.
Kesimpulan di sini adalah bahwa bagi sebagian besar individu dan masyarakat secara keseluruhan, pendidikan sekolah adalah sebuah investasi yang baik, bagaimanapun, tidak ada seorang pun yang akan begitu sembrono untuk mengatakan bahwa pendidikan harus didukung, tapi kita tidak bisa berharap terlalu banyak dari dirinya.
Label:
EduNews
17.21
TQM atau MMT merupakan suatu filosofi peningkatan kualitas yang berkesinambungan adalah alat praktis dan dapat digunakan oleh lembaga pendidikan dalam memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan pelanggan sekarang dan masa depan di bidang pendidikan (Sallis, 1993: 34). Artimya, kualitas pendidikan difokuskan pada kepuasan pelanggan (internal dan eksternal). TQM juga merupakan kegiatan untuk melakukan hal-hal yang benar setiap saat. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa kegiatan tersebut lebih baik dari kesalahan yang benar. Oleh karena itu, sesuai dimana tujuan utama TQM dalam pendidikan adalah meningkatkan kualitas pendidikan berkelanjutan.
Total Kualitas Manajemen Pendidikan
Menurut Peters dan Austin (1995) dalam A Passion for Exelence sekali menyatakan bahwa “kualitas adalah tentang semangat dan kebanggaan”. Kualitas adalah perasaan yang sangat besar kebanggaan. Kualitas mengacu pada agenda yang paling atas dan meningkatkan kualitas adalah tugas yang paling penting yang dihadapi oleh berbagai institusi (lembaga pendidikan).
Kualitas dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang memuaskan kebutuhan dan keinginan atau kepentingan. Kadang-kadang ini disebut sebagai kualitas “dirasakan”. Peter (1987) membahas peran penting dari pelanggan dalam kaitannya dengan kualitas dalam berkembang di Chaos, dan ia berpendapat bahwa kualitas yang dirasakan oleh suatu produk bisnis atau layanan adalah hal yang paling penting yang mempengaruhi kinerja produk ini. Pelanggan-didefinisikan kualitas lebih penting daripada harga, terutama dalam menentukan permintaan terbesar untuk barang dan jasa.
Untuk mencapai hal tersebut di atas maka perlu untuk memahami konsep TQM untuk pendidikan, dimana TQM atau MMT merupakan suatu filosofi peningkatan kualitas yang berkelanjutan, dan dapat digunakan sebagai alat praktis dalam lembaga-lembaga pendidikan memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan saat ini dan masa depan pelanggan dalam bidang pendidikan.
Selain untuk mendukung konsep tersebut juga unsur-unsur yang diperlukan untuk mencapai peningkatan kualitas pendidikan berkelanjutan meliputi: (1) kepemimpinan, (2) pendidikan dan pelatihan, (3) dukungan struktur, (4) komunikasi, (5) penghargaan, dan ( 6) pengukuran.
konsep TQM dalam pendidikan dapat diimplementasikan atau diterapkan dengan menggunakan model yang dianut uang kertas sepuluh dolar & Detoro dati (1992: 32).
Berdasarkan model ini dapat dijelaskan terait beberapa hal di dalamnya seperti:
1. Tujuan TQM, TQM dalam pendidikan Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara lestari, berkelanjutan dan terintegrasi. Dimana tujuan TQM adalah untuk mengkhususkan di tutoring
2. Prinsip-prinsip TQM, Pencapaian tujuan di atas dapat dicapai jika menggunakan prinsip-prinsip berikut:
2. Prinsip-prinsip TQM, Pencapaian tujuan di atas dapat dicapai jika menggunakan prinsip-prinsip berikut:
* Fokus pada pengguna atau pelanggan
* Meningkatkan kualitas proses
* Melibatkan semua komponen pendidikan (tutoring)
* Meningkatkan kualitas proses
* Melibatkan semua komponen pendidikan (tutoring)
3. Unsur pendukung TQM,
* Kepemimpinan, tutoring Seorang manajer harus mampu memimpin orang untuk mencapai tujuan lembaga. Ketika TQM digunakan sebagai kunci proses manajemen, peran manajer adalah sebagai penasehat, pembimbing dan pemimpin tidak boleh diabaikan. Artinya, ia harus memahami tujuan, prinsip, dan unsur pendukung TQM dan mampu memanaj terus-menerus untuk mencapai kualitas pendidikan dan pelatihan harapkan.Pendidikan
* Pendidikan dan Pelatihan, Elemen pendidikan dan pelatihan untuk semua sumber daya manusia yang ada harus mampu memberikan informasi yang dibutuhkan oleh mereka sesuai dengan peningkatan kualitas pendidikan di Bimbingan Belajar. Sebagai contoh, karyawan keterampilan (tentor / tutor atau staf pengajar) yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan memecahkan masalah-masalah dalam lingkungan les. Hal utama untuk mendukung pendidikan dan pelatiha meliputi: pemrograman, konten, dan sumber daya yang cukup.
Pendukung * Struktur, struktur pendukung dapat diturunkan dari tutoring internal dan eksternal. Cukup / lebih mampu membantu manajer jaringan bekerja dengan kulaitas lainnya di bagian lain dari dukungan lembaga bimbingan belajar.
* Komunikasi, komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mengimplementasikan program kualitas. Semua karyawan harus menerima informasi yang berkualitas jelas sehingga mereka benar-benar melaksanakan program peningkatan kualitas. Idealnya, pemimpin harus bertemu secara pribadi dengan staf untuk menyebarkan informasi, memberikan arah, dan menanggapi pertanyaan dari semua orang. Pengalaman dalam implementasi berhasil dari alat-alat dan teknik TQM seseoran dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dalam segala aspek kualitas komunikasi.
* Awards, penghargaan harus diberikan kepada tim dan individu yang sukses dalam menerapkan proses peningkatan kualitas. Hal ini bisa memacu mereka lebih termotivasi untuk mencapai sukses lagi, dan ini sangat berarti bagi organisasi atau lembaga les. Kegagalan lembaga-lembaga untuk menghargai mereka yang berhasil dapat mengancam keberhasilan institusi dalam meningkatkan kualitas lembaga secara total.
* Pengukuran, keberhasilan program perlu diukur. Ukuran yang digunakan adalah tidak lain dari kepuasan pelanggan di luar lembaga. Data harus dikumpulkan secara sistematis. Data yang dikumpulkan harus diolah untuk melihat kepuasan mereka sekaligus untuk menemukan berbagai masalah yang timbul pada saat yang sama sebagai dasar untuk perbaikan terus-menerus melalui program TQM.
* Pendidikan dan Pelatihan, Elemen pendidikan dan pelatihan untuk semua sumber daya manusia yang ada harus mampu memberikan informasi yang dibutuhkan oleh mereka sesuai dengan peningkatan kualitas pendidikan di Bimbingan Belajar. Sebagai contoh, karyawan keterampilan (tentor / tutor atau staf pengajar) yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan memecahkan masalah-masalah dalam lingkungan les. Hal utama untuk mendukung pendidikan dan pelatiha meliputi: pemrograman, konten, dan sumber daya yang cukup.
Pendukung * Struktur, struktur pendukung dapat diturunkan dari tutoring internal dan eksternal. Cukup / lebih mampu membantu manajer jaringan bekerja dengan kulaitas lainnya di bagian lain dari dukungan lembaga bimbingan belajar.
* Komunikasi, komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mengimplementasikan program kualitas. Semua karyawan harus menerima informasi yang berkualitas jelas sehingga mereka benar-benar melaksanakan program peningkatan kualitas. Idealnya, pemimpin harus bertemu secara pribadi dengan staf untuk menyebarkan informasi, memberikan arah, dan menanggapi pertanyaan dari semua orang. Pengalaman dalam implementasi berhasil dari alat-alat dan teknik TQM seseoran dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dalam segala aspek kualitas komunikasi.
* Awards, penghargaan harus diberikan kepada tim dan individu yang sukses dalam menerapkan proses peningkatan kualitas. Hal ini bisa memacu mereka lebih termotivasi untuk mencapai sukses lagi, dan ini sangat berarti bagi organisasi atau lembaga les. Kegagalan lembaga-lembaga untuk menghargai mereka yang berhasil dapat mengancam keberhasilan institusi dalam meningkatkan kualitas lembaga secara total.
* Pengukuran, keberhasilan program perlu diukur. Ukuran yang digunakan adalah tidak lain dari kepuasan pelanggan di luar lembaga. Data harus dikumpulkan secara sistematis. Data yang dikumpulkan harus diolah untuk melihat kepuasan mereka sekaligus untuk menemukan berbagai masalah yang timbul pada saat yang sama sebagai dasar untuk perbaikan terus-menerus melalui program TQM.
Pendidikan dan Konsumen
Pelanggan adalah mereka yang membayar untuk pendidikan. Pelanggan dapat diidentifikasi sebagai pelanggan utama (mereka yang secara langsung menerima jasa pendidikan) dan pelanggan sekunder (orang-orang yang mendukung / support pendidikan)
Cara untuk menarik pelanggan, antara lain:
1. menyebar pamflet atau brosur untuk menarik konsumen / pelanggan
2. memberikan pelayanan yang memadai
3. menciptakan suasana keluarga di les itu
2. memberikan pelayanan yang memadai
3. menciptakan suasana keluarga di les itu
DAFTAR PUSTAKA
Supriyanto, Achmad. 1999. Total Quality Management (TQM) di Bidang Pendidikan. Malang: FIP IKIP Malang
Tjiptono, Fandy & Diana, Anastasia. 2001. Total Quality Management. Yogyakarta:
Label:
EduNews
17.20
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pengajaran dan metode yang digunakan untuk memandu pelaksanaan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. tujuan spesifik termasuk tujuan pendidikan serta sesuai dengan kekhasan nasional, potensi negara dan daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh karena itu, kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi di daerah. Tingkat Unit Pengembangan Kurikulum Pendidikan (KTSP), yang bervariasi berdasarkan standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional nasional.Standar terdiri dari standar isi pendidikan, proses, kompetensi lulusan, staf, sarana dan prasarana, manajemen, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari delapan standar pendidikan nasional, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Indonesia Nomor 19 tahun kurikulum 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan dalam KTSP mengamanatkan primer dan pendidikan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada SI dan SKL dipandu oleh pemandu yang disiapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Selain itu, penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang terkait dengan kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005. Panduan yang disusun BSNP terdiri dari dua bagian. Pertama, Panduan Umum yang berisi ketentuan umum yang dapat diterapkan untuk pengembangan kurikulum di satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam ketentuan SI dan SKL.Termasuk umum adalah penjabaran amanat dalam Undang-Undang 20/2003 dan Peraturan Pemerintah 19/2005 dan prinsip-prinsip dan langkah-langkah yang harus diacu dalam pengembangan KTSP. Kedua, model KTSP sebagai salah satu contoh hasil pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan mengacu pada Pedoman Umum yang dikembangkan BSNP. Sebagai model KTSP, tentu saja tidak dapat mengakomodasi kebutuhan semua daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan seharusnya hanya digunakan sebagai referensi.
Kurikulum Terpadu
Panduan pengembangan kurikulum, antara lain, telah disusun dalam rangka memberikan siswa kesempatan untuk:
belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
belajar untuk memahami dan menghargai,
belajar untuk dapat melaksanakan dan bertindak secara efektif,
belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
belajar untuk membangun dan menemukan jati diri mereka melalui pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
A. Base
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (19); Pasal 18 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), ( 3), Pasal 35 ayat (2); Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37 ayat (1), (2), (3); Pasal 38 ayat (1) , (2).
Indonesia Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Ketentuan dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15); Pasal 5 ayat (1), (2); Pasal 6 ayat (6); Pasal 7 ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8), Pasal 8 ayat (1), (2), (3); Pasal 10 ayat (1), (2), (3); Pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 13 ayat (1), (2), (3), (4 ), Pasal 14 ayat (1), (2), (3); Pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4), (5); Pasal 17 ayat (1), (2) ; Pasal 18 ayat (1), (2), (3); Pasal 20.
Standar Isi
SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai tingkat kompetensi dan jenis pendidikan pada khususnya. Termasuk dalam SI adalah: kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan tingkat pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No 22 Tahun pada tahun 2006.
Standar Kompetensi Lulusan
SKL adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan seperti yang didefinisikan oleh Kepmendiknas No 23 Tahun pada tahun 2006.
B. Tujuan Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kompilasi
belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
belajar untuk memahami dan menghargai,
belajar untuk dapat melaksanakan dan bertindak secara efektif,
belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
belajar untuk membangun dan menemukan jati diri mereka melalui pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
A. Base
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (19); Pasal 18 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), ( 3), Pasal 35 ayat (2); Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37 ayat (1), (2), (3); Pasal 38 ayat (1) , (2).
Indonesia Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Ketentuan dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15); Pasal 5 ayat (1), (2); Pasal 6 ayat (6); Pasal 7 ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8), Pasal 8 ayat (1), (2), (3); Pasal 10 ayat (1), (2), (3); Pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 13 ayat (1), (2), (3), (4 ), Pasal 14 ayat (1), (2), (3); Pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4), (5); Pasal 17 ayat (1), (2) ; Pasal 18 ayat (1), (2), (3); Pasal 20.
Standar Isi
SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai tingkat kompetensi dan jenis pendidikan pada khususnya. Termasuk dalam SI adalah: kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan tingkat pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No 22 Tahun pada tahun 2006.
Standar Kompetensi Lulusan
SKL adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan seperti yang didefinisikan oleh Kepmendiknas No 23 Tahun pada tahun 2006.
B. Tujuan Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kompilasi
Tujuan Panduan Penyusunan KTSP ini untuk menjadi acuan bagi satuan pendidikan SD / MI / SDLB, SMP / MTs / SMPLB, SMA / MA / SMALB, dan SMK / MAK dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.
C. Memahami
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan tujuan, isi dan bahan ajar dan metode yang digunakan untuk memandu pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. KTSP adalah kurikulum operasional yang dikembangkan oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Silabus adalah rencana pembelajaran dan / atau kelompok mata pelajaran / tema yang mencakup standar kompetensi tertentu, kompetensi dasar, materi pokok / pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber / bahan / alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam materi pelajaran / pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator untuk menilai pencapaian kompetensi.
D. Prinsip Pengembangan Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan
KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten untuk pendidikan dasar dan pendidikan menengah untuk provinsi. Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan penyusunan kurikulum didasarkan pada panduan yang disusun oleh BSNP, dan mempertimbangkan komite sekolah / madrasah. SBC untuk persiapan pendidikan khusus dikoordinasi dan diawasi oleh dinas pendidikan provinsi, dan dipandu oleh SI dan SKL dan pedoman kurikulum yang ditetapkan oleh BSNP.
KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut:
Berpusat pada potensi, kemajuan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungan mereka.
Beragam dan terpadu
Responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Relevan dengan kehidupan mereka
Komprehensif dan berkelanjutan
Belajar seumur hidup
Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Berpusat pada potensi, kemajuan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungan mereka.
Beragam dan terpadu
Responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Relevan dengan kehidupan mereka
Komprehensif dan berkelanjutan
Belajar seumur hidup
Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Label:
EduNews


